<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tulisankoe.....</title>
	<atom:link href="http://auliaardiansyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://auliaardiansyah.wordpress.com</link>
	<description>seboeah tempat oentoek menoelis dan membatja</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2009 20:15:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='auliaardiansyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tulisankoe.....</title>
		<link>http://auliaardiansyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://auliaardiansyah.wordpress.com/osd.xml" title="tulisankoe....." />
	<atom:link rel='hub' href='http://auliaardiansyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2009/10/04/cinta/</link>
		<comments>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2009/10/04/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 20:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://auliaardiansyah.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (Sapardi Djoko Damono, 1989) Apakah memang sesederhana itukah mencinta? Bisa jadi. Tapi apakah cinta itu sederhana? Sepertinya memang tidak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=auliaardiansyah.wordpress.com&amp;blog=3515005&amp;post=15&amp;subd=auliaardiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin</p>
<p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
Dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
Kayu kepada api yang menjadikannya abu</p>
<p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada</p>
<p>(Sapardi Djoko Damono, 1989)</p>
<p>Apakah memang sesederhana itukah mencinta? Bisa jadi. Tapi apakah cinta itu sederhana? Sepertinya memang tidak. Sebuah kata yang tidak akan habis diulas. Dan kata itulah yang konon memberikan inspirasi pada pengarang cerita ataupun lagu. Meskipun sering saya rasakan makna yang dibentuk menjadi begitu dangkal. Ahhh&#8230; </p>
<p><strong><span id="more-15"></span></strong></p>
<p>Sering hanya dimaknai rasa suka dua lawan jenis. Memang tidak salah menerjemahkannya seperti itu tetapi cinta memang tidak sedangkal itu.</p>
<p>Allah memberikan cintaNya kepada makhluk tanpa putus. Rasululullah saw sampai menangis karena kecintaan pada umatnya. Ayah &amp; Bunda kita memberikan cintanya agar kita menjadi anak yang sholeh. Suami mencintai istrinya dengan sepenuh hati dan begitu juga sebaliknya. Demikian juga keluarga kita yang lain, sahabat kita, guru kita dan manusia lainnya.</p>
<p>Sungguh merugi apabila cinta hanya dimaknai dengan hubungan antara dua jenis yang bahkan belum dibingkai dengan ikatan suci. Sunggguh merugi apabila bukan kecintaan Allah yang paling utama. Sungguh merugi apabila kecintaan kita kepada tokoh melebihi kecintaan kita pada Rasulullah saw. Sungguh merugi apabila kita tidak bisa membalas cinta Ibu Bapak kita. Dan orang-orang yang mencintai kita dengan tulus.</p>
<p>Dan juga cinta kepada manusia yang diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dan tentu saja telah diikat dengan &#8216;perjanjian yang berat&#8217;. Seseorang dimana kita bisa menyempurnakan setengah agama kita. Seseorang yang menjadi teman hidup kita. Seseorang yang mencintai kita karena Allah dan kita mencintainya karena Allah.</p>
<p>Ya Allah karuniakanlah rasa cinta kepadaku agar aku dapat mencintaiMu<br />
Karuniakanlah kepadaku manusia-manusia yang mencintaiMu, mencintaiku karenaMu dan aku mencintainya karenaMu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/auliaardiansyah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/auliaardiansyah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=auliaardiansyah.wordpress.com&amp;blog=3515005&amp;post=15&amp;subd=auliaardiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2009/10/04/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a319a46068f98f9ce443f65467366f2e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Muda, Yang Bekerja</title>
		<link>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2008/05/28/yang-muda-yang-bekerja/</link>
		<comments>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2008/05/28/yang-muda-yang-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 04:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://auliaardiansyah.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tak dapat dipungkiri memang, jika dikatakan manusia merupakan salah satu sumber daya utama yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya manusia merupakan salah satu aset paling berharga yang ikut menentukan daya saing perusahaan. Dan sumber daya manusia yang unggul mutlak dimiliki jika perusahaan ingin tetap eksis di dunia bisnis. Mau tak mau berbagai program harus dikembangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=auliaardiansyah.wordpress.com&amp;blog=3515005&amp;post=6&amp;subd=auliaardiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak dapat dipungkiri memang, jika dikatakan manusia merupakan salah satu sumber daya utama yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya manusia merupakan salah satu aset paling berharga yang ikut menentukan daya saing perusahaan. Dan sumber daya manusia yang unggul mutlak dimiliki jika perusahaan ingin tetap eksis di dunia bisnis.</p>
<p><strong><span id="more-6"></span></strong></p>
<p>Mau tak mau berbagai program harus dikembangkan dan diterapkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang prima. Salah satunya adalah program seleksi dan rekruitmen karyawan baru.</p>
<p>Salah satu tujuan perusahaan merekrut karyawan baru adalah sebagai bagian dari proses regenerasi sumber daya manusia. Beberapa perusahaan merekrut tenaga-tenaga baru yang umumnya masih muda dan baru saja lulus kuliah (fresh graduate) sebagai investasi jangka panjang. Selain diharapkan memberi suntikan tenaga dan semangat baru, manusia-manusia muda ini diharapkan dapat mengisi posisi-posisi strategis di masa datang.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi jika tenaga-tenaga muda yang direkrut ini kebanyakan tak mampu bertahan lama bekerja di perusahaan yang merekrut mereka? Tentu saja hal tersebut sangat berseberangan dengan tujuan semula perusahaan merekrut mereka. Investasi jangka panjang yang diharapkan, kandas dalam waktu yang singkat. Dan diperlukan tak sedikit waktu dan biaya untuk menyeleksi, merekrut dan membina karyawan-karyawan baru. Penelitian menunjukkan bahwa biaya turnover karyawan terhadap keuntungan perusahaan mencapai 150% dari paket remunerasi karyawan (Schlesinger and Heskett, 1991).</p>
<p><strong>Quarter-life crisis dan pekerjaan</strong></p>
<p>Membicarakan manusia sebagai suatu entitas memang selalu menjadi hal unik dan menarik. Terlebih tentang hubungan manusia dan organisasi, yang dalam hal ini adalah perusahaan. Hubungan manusia dengan perusahaan bisa dianggap sebagai hubungan antara individu dengan organisasi dalam konteks pekerjaan.</p>
<p>Hubungan antara individu dengan organisasi dalam konteks pekerjaan yang berkaitan dengan masalah keluar-masuk karyawan dapat dipahami dari beberapa pendapat. Masalah keluar masuk karyawan ini berkaitan erat dengan karakteristik dan kondisi pekerjaan. Banyak teori psikologi dan manajemen yang dapat menjelaskan tentang masalah keluar masuk karyawan serta cara meminimalkan tingkat turnover karyawan. Beberapa di antaranya adalah Teori Kebutuhan McClelland, Hierarki Maslow, Teori Dua Faktor Hertzberg, Model Karakteristik Pekerjaan Hackman &amp; Oldham serta banyak lagi.</p>
<p>Salah satu penjelasan yang paling menarik tentang orang muda dan kehidupannya adalah tentang adanya quarter-life crisis. Quarter-life crisis merupakan satu terminologi yang diberikan terhadap satu periode kehidupan terkait dengan adanya perubahan besar pada kehidupan remaja yang menginjak dewasa. Biasanya terjadi pada rentang umur 21-29 tahun. Aspek yang terkait dengan quarter-life crisis ini adalah perihal emosi serta aspek finansial dan profesional (pekerjaan).</p>
<p>Salah satu hal yang memberikan kontribusi terhadap munculnya quarter-life crisis adalah kesulitan adaptasi pada tempat kerja. Pada umumnya hal ini terjadi ketika orang-orang muda ini bekerja pertama kali setelah lulus kuliah. Saat kuliah, dosen memberikan aturan yang jelas dan mereka menerima umpan baik secara berkala tentang perkembangan akademik mereka. Sebaliknya, saat bekerja mereka dibiarkan lepas, kadang tanpa arahan yang jelas dan umpan balik yang sangat minim. Ditambah lagi dengan hubungan interpersonal yang kadangkala bermasalah meski tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan pekerjaan.</p>
<p>Kepuasan dalam bekerja memang berkaitan dengan persepsi individu tentang pekerjaan yang ia miliki. Orang-orang muda ini biasanya telah memiliki ekspektasi tersendiri tentang pekerjaan ideal apa yang mereka inginkan setelah lulus kuliah. Setelah lulus, mereka dihadapkan dengan kenyataan : mencari pekerjaan yang ideal adalah hal yang hampir mustahil. Saat memperoleh pekerjaan pertama kali, seringkali mereka dihadapkan dengan pekerjaan yang rutin dan membosankan. Mereka merasa overqualified meski mereka sebenarnya sangat minim pengalaman kerja. Persepsi tentang pekerjaan ini juga dipengaruhi oleh latar belakang mereka. Entah itu keluarga, lingkungan pergaulan maupun pendidikan.</p>
<p>Lingkungan pergaulan yang terartikulasi ke dalam peer pressure, sedikit banyak membentuk ekspektasi mereka terhadap pekerjaan. Isu-isu tentang kebanggaan, pencapaian (achievement), pengembangan diri sampai kesejahteraan secara finansial merupakan beberapa hal yang dibagi dan ditularkan lewat pergaulan mereka. Jadi meski mereka umumnya masih lajang sehingga praktis hanya menanggung diri sendiri, perihal kesejahteraan secara finansial merupakan hal yang ingin mereka kejar. Meskipun mereka telah bekerja dengan penghasilan rutin yang bisa menghidupi satu keluarga, mereka masih mencari kebanggaan dan pengembangan diri. Hingga pada akhirnya mereka akan terus mengejar aktualisasi diri.</p>
<p>Saat ekspekstasi mereka tentang pekerjaan bertemu dengan realitas, maka ada beberapa hal yang mungkin terjadi. Mereka menyesuaikan diri dengan realitas apa adanya. Yang lainnya menerima realitas sambil terus-menerus mengejar ekspektasi mereka. Lain lagi mungkin dengan mereka yang tak bisa mempertemukan ekspektasi mereka dengan realitas yang ada. Yang terakhir ini akan mencari realitas lain atau singkatnya keluar dari pekerjaan mereka sekarang.</p>
<p><strong>Lalu apa yang bisa dilakukan</strong></p>
<p>Jadi ketika ada pegawai secara &#8216;sukarela&#8217; meninggalkan pekerjaannya, jangan langsung mengecam sang pegawai karena dianggap tidak loyal. Pun tidak usah menyalahkan perusahaan karena tidak bisa memberikan pekerjaan yang baik dan memuaskan bagi mantan pegawainya. Karena pada prinsipnya masing-masing pihak mempunyai andil dalam hal tersebut.</p>
<p>Orang-orang muda ini harus dengan sadar untuk secepatnya bangun menghadapi realitas yang ada. Ada beberapa hal yang memang sulit, untuk tidak bisa dikatakan mustahil, untuk diperbaiki, diubah. Bahwa di satu sisi, kehidupan memang keras dan patut diperjuangkan. Tetapi di sisi lain, kehidupan justru indah saat satu pertarungan dilakukan untuk memperjuangkan mimpi, ekspektasi, idealisme atau apapun namanya. Adaptasi mungkin kata sakti yang bisa mereka terapkan dalam hidup mereka. Dan pada akhirnya mereka sendiri yang menentukan pilihan.</p>
<p>Pihak perusahaan, tidak hanya yang menangani manajemen sumber daya manusia, sudah selayaknya memberikan perhatian kepada pegawai-pegawainya khususnya orang-orang muda ini. Berbagai program bisa dirancang dan diterapkan untuk mengembangkan mereka. Berbagai aktivitas bisa dikembangkan untuk meningkatkan moral dan kepuasan mereka terhadap pekerjaan.</p>
<p>Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah komunikasi. Orang-orang muda ini harus diberi kesempatan bicara tentang pekerjaan mereka, pendapat mereka tentang pekerjaan itu sendiri, keinginan mereka untuk berkembang bahkan mungkin menyampaikan keluhan-keluhan. Pihak perusahaan bisa menampung pendapat-pendapat orang muda ini, menyampaikan program-program yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, prospek perusahaan ke depan serta hal-hal lain yang dapat meningkatkan kepuasan mereka terhadap pekerjaan dan perusahaan. Tindak lanjut dan implementasi mungkin merupakan hal paling penting untuk mengoptimalkan peran pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Karena bagaimanapun juga, orang-orang muda ini adalah manusia.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/auliaardiansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/auliaardiansyah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=auliaardiansyah.wordpress.com&amp;blog=3515005&amp;post=6&amp;subd=auliaardiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2008/05/28/yang-muda-yang-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a319a46068f98f9ce443f65467366f2e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Hidup</title>
		<link>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2008/05/23/menikmati-hidup/</link>
		<comments>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2008/05/23/menikmati-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 08:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://auliaardiansyah.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Nak, kenapa kamu seperti tergesa-gesa?&#8221; tanya Ibu. &#8220;Tidak tergesa-gesa kok Bu. Aku sudah memperhitungkannya. Hanya saja masih banyak hal yang ingin aku capai&#8221; jawab sang Anak. Saat pembicaraan itu selesai sang Anak pun kembali dalam sunyi dan ia berbicara dengan hatinya : &#8220;Dengan semua kesegeraan ini, bisakah aku menikmati hidupku?&#8221; Be present Anda yang sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=auliaardiansyah.wordpress.com&amp;blog=3515005&amp;post=4&amp;subd=auliaardiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Nak, kenapa kamu seperti tergesa-gesa?&#8221; tanya Ibu.<br />
&#8220;Tidak tergesa-gesa kok Bu. Aku sudah memperhitungkannya. Hanya saja masih banyak hal yang ingin aku capai&#8221; jawab sang Anak.<br />
Saat pembicaraan itu selesai sang Anak pun kembali dalam sunyi dan ia berbicara dengan hatinya : &#8220;Dengan semua kesegeraan ini, bisakah aku menikmati hidupku?&#8221;</p>
<p><strong><span id="more-4"></span></strong></p>
<p>Be present</p>
<p>Anda yang sedang membaca tulisan ini hidup sejaman dengan saya. Anda hidup di jaman yang mengharuskan anda untuk bergerak serba cepat. Anda harus berlari mengejar bus, masuk dengan tergesa meski bus sudah penuh sesak agar tak terlambat sampai di kantor. Anda berusaha memangkas waktu agar penyelesaian tugas-tugas anda lebih cepat.</p>
<p>Anda pernah menonton film Click yang menampilkan Adam Sandler sebagai pemeran utamanya? Bagaimana jika anda mempunyai sebuah remote control yang bisa &#8216;mengendalikan&#8217; hidup anda? Fast-forward adalah fitur paling menonjol yang ditampilkan dalam film tersebut. Fitur fast-forward memungkinkan pemakainya mempercepat &#8216;bingkai&#8217; waktu dan mengabaikan perubahan yang terjadi di sekitarnya. Jika anda mempunyai remote tersebut, anda bisa memencet tombol fast-forward dan membiarkan bos anda membanjirkan amarahnya, sedangkan anda sendiri tidak merasakan apa-apa.</p>
<p>Menjalani hidup dengan &#8216;tergesa&#8217; mungkin tak masalah jika anda bisa menikmati setiap detik yang anda lalui. Tapi akan sangat sayang jika anda melewatkan begitu saja setiap momen yang berlalu di hadapan anda. Anda pasti tak mau kehilangan kenangan indah dengan orang-orang yang anda kasihi. Anda pasti tak mau juga kehilangan obrolan hangat dengan sahabat-sahabat anda.</p>
<p>Banyak orang yang sepakat bahwa &#8216;jangan hidup di masa lalu&#8217;. Pengalaman masa lalu sudah sepantasnya dijadikan pelajaran berharga. Cukup diambil hikmahnya, tak usah diingat-ingat lagi hal-hal buruk apalagi yang bisa menyebabkan trauma. Tapi berapa banyak di antara kita yang justru terjebak hidup di masa depan? Tuntutan untuk membuat rencana masa depan seringkali membuat kita memandang jauh ke depan, terlalu jauh kadang. Sangat benar jika kita membuat rencana untuk kehidupan kita mendatang. Bukankah kualitas manusia salah satunya ditentukan oleh kemampuannya merencana dan melakukan rencananya itu. Tapi jangan lupa bahwa kita (juga) hidup di masa sekarang.</p>
<p>Saya teringat akan sebuah artikel di salah satu media massa Indonesia. Artikel tersebut mengingatkan kita untuk menikmati apa yang sedang kita nikmati sekarang. Be present, kata kuncinya. Be present bisa berarti jalani saja hidup saat sekarang. Bukan di masa lalu atau di masa yang akan datang. Be present bisa juga berarti jadilah hadiah dengan kehadiran anda. Jadilah hadiah dengan mendengarkan dengan santun saat orang yang anda kasihi berbicara dengan anda. Jadilah hadiah dengan membuat suasana menjadi ceria saat anda berkumpul dengan sahabat-sahabat anda. Jadilah hadiah dengan mengecup tangan orang tua anda dan berkata bahwa anda menyayanginya. Dan semua hal tersebut seringkali tidak dapat kita lakukan dalam ketergesaan.</p>
<p>Kura-kura</p>
<p>Katanya kura-kura berumur panjang karena berjalan lambat-lambat. Ia mungkin menikmati setiap langkahnya dengan membawa kerudung cangkang yang menyelimuti tubuhnya.</p>
<p>Ada orang yang sangat memuja kelambanan. Mereka seperti tak rela melihat waktu berjalan cepat. Mereka menghisap setiap sari kehidupan serta memeras setiap kesenangan dan kegetiran yang ada di dalamnya. Mereka menikmati betul setiap detik kehidupan yang mereka rasakan.</p>
<p>Ada orang yang memilih hidup mengalir seperti air dan ikut terbang kemanapun angin berhembus. Mereka mungkin menjadi antitesis dari kehidupan yang serba instan dan kering. Orang-orang mungkin menganggap mereka lamban dan tak punya tujuan hidup.</p>
<p>Setiap orang bebas memilih. Termasuk memilih untuk menjalani hidup dengan lamban. Yang jelas kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Hidup kita terlalu pendek untuk mengejar semua impian-impian, itupun kalau ada impian yang harus dikejar. Waktu kita terlampau sempit untuk melayani orang-orang baik hingga kita pantas menjadi orang baik. Dan mungkin saja nafas kita tak cukup panjang untuk menuntaskan misi pribadi kita.</p>
<p>Timbangan</p>
<p>Kebijaksanaan dalam hidup ibarat timbangan dalam perniagaan. Ia yang digunakan untuk menakar kadar kecukupan. Kapan kita harus berani, kapan kita harus menunggu. Kapan kita berlari kencang, kapan kita harus duduk manis mendengarkan suara tetesan air. Dan kapan kapan yang lain.</p>
<p>Kualitas seseorang salah satunya ditentukan oleh kemampuan untuk menyeimbangkan segala sesuatu dalam hidupnya. Mengikuti kencangnya laju hidup sambil terus meresapi setiap yang dialami bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan kualitas jiwa yang mumpuni untuk terus memaknai setiap tindakan tanpa tergerus oleh putaran waktu yang semakin lama semakin kencang. Manusia memang seharusnya terus belajar. Dari dari proses pembelajaran yang ia lakukan, kebijaksanaan yang ada pada dirinya akan semakin matang.</p>
<p>Ada nasehat menarik dari Martin E.P Seligman dalam bukunya Authentic Happines. Untuk meningkatkan level kebahagiaan, paling tidak kita bisa melakukan hal-hal berikut : bersyukur, memaafkan dan meloloskan diri dari tirani determinisme demi meningkatkan emosi positif tentang masa lalu; belajar tentang harapan dan optimisme lewat penentangan demi menambah emosi positif tentang masa depan; dan penghentian habituasi, penerapan peresapan serta kecermatan untuk menambah kenikmatan masa sekarang.</p>
<p>Jadi, selamat menikmati hidup!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/auliaardiansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/auliaardiansyah.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=auliaardiansyah.wordpress.com&amp;blog=3515005&amp;post=4&amp;subd=auliaardiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://auliaardiansyah.wordpress.com/2008/05/23/menikmati-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a319a46068f98f9ce443f65467366f2e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
