Aku ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono, 1989)
Apakah memang sesederhana itukah mencinta? Bisa jadi. Tapi apakah cinta itu sederhana? Sepertinya memang tidak. Sebuah kata yang tidak akan habis diulas. Dan kata itulah yang konon memberikan inspirasi pada pengarang cerita ataupun lagu. Meskipun sering saya rasakan makna yang dibentuk menjadi begitu dangkal. Ahhh…